Proses sterilisasi dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas Sains dan Teknologi karena mereka memiliki sistem sterilisasi dengan menggunakan Autoklaf otomatis, sedangkan autoklaf yang dimiliki oleh Laboratorium MIPA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan membutuhkan waktu yang lama, proses yang lebih rumit dan juga keamanan yang agak meragukan karena menggunakan autoklaf sistem lama yaitu dengan menggunakan kompor dan autoklaf klem yang berbahaya.
Diharapkan nantinya laboratorium MIPA dapat memperoleh peralatan sterilisasi seperti autoklaf sehingga dapat sangat membantu mahasiswa Tadris Biologi melaksanakan praktikum Mikrobiologi dengan sempurna.
Setelah selesai disterilisasi dan juga pembuatan Nutrient agar selesai, Nutrient agar lalu dipisah-pisahkan ke dalam cawan petri sesuai dengan kelompok mahasiswa masing-masing.


