Eco enzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik, seperti kulit buah atau sayur, dengan gula dan air dalam wadah tertutup selama beberapa bulan. Proses ini menghasilkan cairan yang diklaim mampu membersihkan, menyuburkan tanah, bahkan mengendalikan hama. selain itu, Eco enzyme semakin populer sebagai cara ramah lingkungan untuk mengolah limbah dapur. (Eco Enzyme, Ketahui Manfaat, Risiko, dan Cara Membuatnya – Alodokter). Untuk mengenalkan terhadap manfaat lingkungan sekitar yang dapat dijadikan bahan pembelajaran nantinya saat mereka akan mengajar mata kuliah atau bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Dasar (IPAS) maka program studi PGMI mengirim mahasiswanya untuk belajar cara pembuatan eco enzym di Laboratorium MIPA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Tidak hanya untuk manfaat pribadi (pengolahan sampah, tidak perlu lagi membeli bahan pembersih pel, dan lain-lain), praktikum ini juga mengajarkan kepada mahasiswa bahwa, alat-alat praktek pembelajaran ada di dalam lingkungan sekitar kita dan dapat digunakan untuk menjadi sumber belajar bagi murid-murid nantinya di Sekolah Dasar.
Berikut adalah beberapa gambar mahasiswa melakukan praktikum IPAS dengan tema pembuatan dan pengenalan manfaat eco enzym dalam kehidupan sehari-hari.
Gambar 5 Mahasiswa antusias memotong motong kulit buah sebagai bahan percobaan pembuatan eco enzymGambar 4 Mahasiswa PGMI bekerja sama untuk menghasilkan eco enzym sebagai salah satu pengenalan terhadap penggunaan ilmu pengetahuan AlamGambar 3 Mahasiswa memasukkan potongan kulit buah ke dalam wadah untuk dijadikan eco enzymGambar 2 Mahasiswa memotong motong kulit nanas sebagai bahan pembuatan eco enzym
Gambar 1 Mahasiswa Mengaduk Gula Merah untuk bahan rendaman kulit buah untuk pembuatan eco enzym