Kehadiran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam perkembangan kurikulum di Indonesia merupakan suatu kebaruan. Mata pelajaran IPA dan IPS yang sebelumnya merupakan mata pelajaran terpisah, diintegrasikan menjadi satu mata pelajaran, yaitu IPAS. Meskipun disambut positif, tetapi integrasi ini diindikasikan memicu munculnya permasalahan dalam implementasinya. Pertama, munculnya pemahaman yang berbeda-beda di kalangan pendidik terkait konsep dan implementasinya. Kedua, keterbatasan fasilitas yang dimiliki oleh setiap satuan pendidikan untuk mendukung pembelajaran IPAS yang efektif. (PANDUAN Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)) Karena itulah lalu, Laboratorium MIPA Fakultas Tarbiyah menyambut Mahasiswa PGMI Semester 4 kelas B dan C untuk melakukan praktikum yang dapat mendukung pembelajaran mereka di dalam mata kuliah ini.
Pada praktikum kali ini mahasiswa PGMI semester 4 (Kelas 4B dan 4C) secara bergantian dikenalkan kepada beberapa alat pengukuran dan juga beberapa alat yang ada di dalam laboratorium Biologi. Selain mengamati, mereka juga menggunakan langsung peralatan peralatan yang didemonstrasikan. Berikut adalah beberapa gambar dimana mahasiswa mencoba beberapa peralatan yang ada di Laboratorium Biologi.
Mahasiswa sedang mengamati sel dengan menggunakan Mikroskop CahayaMahasiswa mengamati cara penggunaan Timbangan DigitalMahasiswa mencoba menggunakan timbangan sebagai alat pengukuranMahasiswa mencoba menggunakan themometer raksa sebagai alat pengukur suhuSalah satu pengelola laboratorium memberikan materi dalam praktikumMahasiswa kelas 4B menggunakan thermometerMahasiswa PGMI 4B mengamati cara penggunaan Jangka SorongMahasiwa menggunakan neraca digital
Mahasiswa beserta temannya mengamati cara penggunaan neraca digital untuk menimbang sukrosa